
Ini kisah tentang temanku yang punya teman...:
Alkisah perusahaan produksi kertas bungkus gorengan
buruhnya kere hore yang budiman
baik hati dan sangat dermawan
walaupun gajinya mengkhawatirkan
yang hanya cukup buat beli susu instan
buruhnya kere hore yang budiman
baik hati dan sangat dermawan
walaupun gajinya mengkhawatirkan
yang hanya cukup buat beli susu instan
di sana, hampir tiap hari beredar kotak sumbangan
dari yang korengan, dompu sampai sariawan
semua pastilah dapat dana bantuan
pada pesuruh yang lebih bergaji pas-pasan
mereka juga dapat sumbangan..lumayan
tiap hari kantong Doraemon harus disiapkan
siap-siap menyambut si kotak diedarkan
sepuluh ribu atau lima puluh ribu..silakan
boleh juga akik atau smartphone sekalian
tapi yang ada kebanyakan uang recehan
walau punya rasa sosial yang tinggi pada kepedulian
tapi bukan berarti hidup sudah nyaman
jangankan gaji ketiga belas atau tunjangan
uang lembur cuma beberapa lembar duaribuan
sampai dipertahankan kayak orang kesurupan
kelak saat semua sudah tiada, di dalam kuburan
di sana diadakan acara pul kumpul reunian
saat ngobrol mengenang masa lalu di pojokan
mereka dibuat bingung campur heran
eh, ternyata kotak sumbangan masih diedarkan!
ini cerita bukan kritikan apalagi sindiran
tapi sebuah bentuk apresiasi atau kekaguman
pada buruh di sana yang joss tenan
dompet jebol untuk sedekah, bukan untuk jajan
smoga seiring waktu berjalan, tetap akan bertahan
"Papi bangga sama kamu nak...yess, lanjutkan!"
**
si boss tentu saja ora ono urusan
do'i sibuk sendiri dengan itung-itungan
tahunya kerjaan beres, sesuai target yang ditetapkan
buruh ngelu ndase, terus saja ditambahi beban
mau resign, lha kok harus bayar penalti sepuluhjutaan
satu hari si boss mau bikin hajatan
sekedar plesir, sejenak melupakan kerjaan
buruh senang membayangkan yang bukan-bukan
dipikirnya ke Pulau Seribu atau Nusakambangan
ealahh ternyata cuma ke kolam pemancingan
buruh kecewa, banyak yang nggak ikutan
kecewa!, sebel!, wis tau!, asem tenan!
eh..tapi setelah diusut ala detektif Conan
mereka nggak ikut bukan karena uring-uringan
tapi cuman karena mabuk darat, malu kalau ketahuan
Ini kisahku teman...sekian
(c) Robbi Gandamana, 2 September 2015
*berdasar kisah nyata di sebuah pabrik kertas bungkus gorengan di kota Bengawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar