
aku bukan penulis puisi
tak pandai memainkan rima dan berdiksi
tak suka kalimat direnggangkan dengan spasi
serenggang kolor sempaknya mbak Siti
aku bukan penulis puisi
lebih suka baca berita kriminal terkini
lurah kepergok kuda-kudaan sama mbak Sri
ngakunya sedang latihan drama buat pentas seni
aku bukan penulis puisi
apalagi yang seperti sinetron anak negeri
kisah sedih ratapan anak Bombay banci
yang membuat aku ingin bunuh diri
aku bukan penulis puisi
yang sering pusing baca syairnya Jalalludin Rumi
menafsirkannya sangat sulit setengah mati
kayak mencari ujungnya ban sepeda mini
aku bukan penulis puisi
tak pandai merenda kata pakai bahasa dewa dewi
bahasa yang tidak mudah dimengerti
bikin rambut rontok kayak mas Jumadi
aku bukan penulis puisi
tak berani ikutan kontes menulis fiksi
hadiahnya menginap semalam di pulau Sapudi
baru mendaftar langsung di-eliminasi
aku bukan penulis puisi
untuk urusan kata aku masih kelas teri
sama sekali tak paham soal teori
disebut penulis pun tak masuk kategori
aku bukan penulis puisi
tulisanku kutulis dengan bahasa koboi
kata-katanya gampang sekali dipahami
bahkan oleh orang gemblung stadium tinggi
aku bukan penulis puisi
tapi selalu salut pada sastrawan sastrawati
baju dekil, rambut gimbal, kaos kaki bau terasi
untuk sebait puisi, seminggu lupa sikat gigi
aku bukan penulis puisi
tiap pentas puisi selalu takjub lihat situasi
penonton riuh tepuk tangan sambil berdiri
padahal yang paham cuma penyairnya sendiri
aku bukan penulis puisi
cuma anak ingusan yang haus eksistensi
menulis sebuah tulisan picisan tanpa isi
padahal cuman dibayar 'like' atau cap jari
aku bukan penulis puisi
hanya pembual yang sedang unjuk gigi
jajakan bualan kayak tukang kredit panci
barang terjual habis tapi tak ada yang dilunasi
aku bukan penulis puisi
yang sedang mencari kesenangan penghibur diri
sekali-kali kenthir boleh asal tetap ingat mati
main petasan jangan menggunakan gas elpiji
pokoknya aku bukan penulis puisi
sekian terimakasih saudara saudari
selamat hari Sumpah Pemuda bukan pemudi
teruslah perkasa jangan sampai ejakulasi dini
tak pandai memainkan rima dan berdiksi
tak suka kalimat direnggangkan dengan spasi
serenggang kolor sempaknya mbak Siti
aku bukan penulis puisi
lebih suka baca berita kriminal terkini
lurah kepergok kuda-kudaan sama mbak Sri
ngakunya sedang latihan drama buat pentas seni
aku bukan penulis puisi
apalagi yang seperti sinetron anak negeri
kisah sedih ratapan anak Bombay banci
yang membuat aku ingin bunuh diri
aku bukan penulis puisi
yang sering pusing baca syairnya Jalalludin Rumi
menafsirkannya sangat sulit setengah mati
kayak mencari ujungnya ban sepeda mini
aku bukan penulis puisi
tak pandai merenda kata pakai bahasa dewa dewi
bahasa yang tidak mudah dimengerti
bikin rambut rontok kayak mas Jumadi
aku bukan penulis puisi
tak berani ikutan kontes menulis fiksi
hadiahnya menginap semalam di pulau Sapudi
baru mendaftar langsung di-eliminasi
aku bukan penulis puisi
untuk urusan kata aku masih kelas teri
sama sekali tak paham soal teori
disebut penulis pun tak masuk kategori
aku bukan penulis puisi
tulisanku kutulis dengan bahasa koboi
kata-katanya gampang sekali dipahami
bahkan oleh orang gemblung stadium tinggi
aku bukan penulis puisi
tapi selalu salut pada sastrawan sastrawati
baju dekil, rambut gimbal, kaos kaki bau terasi
untuk sebait puisi, seminggu lupa sikat gigi
aku bukan penulis puisi
tiap pentas puisi selalu takjub lihat situasi
penonton riuh tepuk tangan sambil berdiri
padahal yang paham cuma penyairnya sendiri
aku bukan penulis puisi
cuma anak ingusan yang haus eksistensi
menulis sebuah tulisan picisan tanpa isi
padahal cuman dibayar 'like' atau cap jari
aku bukan penulis puisi
hanya pembual yang sedang unjuk gigi
jajakan bualan kayak tukang kredit panci
barang terjual habis tapi tak ada yang dilunasi
aku bukan penulis puisi
yang sedang mencari kesenangan penghibur diri
sekali-kali kenthir boleh asal tetap ingat mati
main petasan jangan menggunakan gas elpiji
pokoknya aku bukan penulis puisi
sekian terimakasih saudara saudari
selamat hari Sumpah Pemuda bukan pemudi
teruslah perkasa jangan sampai ejakulasi dini
dan ingat..ini bukan puisi
(c) Robbi Gandamana, 28 Oktober 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar